Jengah mungkin kata itu
yang bisa menggambarkan keherananku melihat carut marutnya negeri ini, seperti
rujak buah tapi ditambah dengan sambal trasi terus disiram dengan kuah bakso
(mual,,,huek) hehehehehe. Tapi seperti itulah gambaran melihat para pakar
politik(katanya) yang seakan – akan menganggap negeri ini hanya negeri koalisi.
Mereka yang duduk dan tertawa pongah disenayan serta semakin sering timbul
berita perselingkuhan dan korupsi semakin membuat negeri ini seperti sebuah
surga bagi merek si perut buncit (eitz..maaf kalo ada kemiripan,hehehehehe) dan
pecandu gincu serta tas mewah.
Sedangkan mereka yang
terpelajar banyak yang memilih golput. Mereka beranggapan tidak ada gunanya
memilih toh akan melahirkan bangsa yang sama dengan moral yang semakin bobrok.Padahal
itu bukan jalan terbaik. Masih banyak kok mereka yang benar – benar peduli
bangsa ini. Yang tulus seperti pak Habibie (favoritku). Tapi mereka malah
memilih menutup mata dan telinga.
Andai aku bisa teriak
didepan para koruptor, andai aku bisa berbicara langsung kepada mereka aku akan
berkata dengan keras “ Hooeeee kalian para wakil rakyat (katanya). Yang
mewakili suara rakyat(katanya). Tapi kenapa hanya gelambir lemak yang kau
tingkatkan. Kemana janjimu mensejahterakan kami?kamu dengan mudah makan uang
kami. Lihatlah sudaraku yang mati karena kelaparan. Mati karena ekonomi mereka
tak semakin membaik. Apa kalian tidak taku azab Tuhan?apa kalian tidak takun
bagaimana hukum Tuhan?turunlah kebawah. Lihatlah mereka yang sudah tua masih
dengan perkasa mengangkat kayu dipunggung mereka demi sesuap nasi. Andai bisa akan kuhalalkan hukum gantung
untuk kalian. Ku halalkan memiskinkan kalian semiskin miskinnya agar kalian
jera memakan uang kami yang tidak halal untuk kau makan. Akan ku ledakkan semua
pesawat yang hanya untuk foya – foya. Tapi aku hanya rakyat biasa yang hanya
bisa berdoa untuk negaraku tercinta. Semoga kalian disadarakan dan mau berjuang
untuk agama dan negara seperti para khalifah yang dulu takut untuk memimpin
karena begitu takut akankah bisa adil. Semoga Alloh membuka mata kalian. Semoga
telinga kalian mendengar teriakan hati kami”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sialahkan Ungkapkan Perasaan Kalian