Minggu, 11 Mei 2014

Suara Sumbang Untuk Penguasa


Jengah mungkin kata itu yang bisa menggambarkan keherananku melihat carut marutnya negeri ini, seperti rujak buah tapi ditambah dengan sambal trasi terus disiram dengan kuah bakso (mual,,,huek) hehehehehe. Tapi seperti itulah gambaran melihat para pakar politik(katanya) yang seakan – akan menganggap negeri ini hanya negeri koalisi. Mereka yang duduk dan tertawa pongah disenayan serta semakin sering timbul berita perselingkuhan dan korupsi semakin membuat negeri ini seperti sebuah surga bagi merek si perut buncit (eitz..maaf kalo ada kemiripan,hehehehehe) dan pecandu gincu serta tas mewah.
 
Sedangkan mereka yang terpelajar banyak yang memilih golput. Mereka beranggapan tidak ada gunanya memilih toh akan melahirkan bangsa yang sama dengan moral yang semakin bobrok.Padahal itu bukan jalan terbaik. Masih banyak kok mereka yang benar – benar peduli bangsa ini. Yang tulus seperti pak Habibie (favoritku). Tapi mereka malah memilih menutup mata dan telinga.

Andai aku bisa teriak didepan para koruptor, andai aku bisa berbicara langsung kepada mereka aku akan berkata dengan keras “ Hooeeee kalian para wakil rakyat (katanya). Yang mewakili suara rakyat(katanya). Tapi kenapa hanya gelambir lemak yang kau tingkatkan. Kemana janjimu mensejahterakan kami?kamu dengan mudah makan uang kami. Lihatlah sudaraku yang mati karena kelaparan. Mati karena ekonomi mereka tak semakin membaik. Apa kalian tidak taku azab Tuhan?apa kalian tidak takun bagaimana hukum Tuhan?turunlah kebawah. Lihatlah mereka yang sudah tua masih dengan perkasa mengangkat kayu dipunggung mereka demi sesuap nasi.  Andai bisa akan kuhalalkan hukum gantung untuk kalian. Ku halalkan memiskinkan kalian semiskin miskinnya agar kalian jera memakan uang kami yang tidak halal untuk kau makan. Akan ku ledakkan semua pesawat yang hanya untuk foya – foya. Tapi aku hanya rakyat biasa yang hanya bisa berdoa untuk negaraku tercinta. Semoga kalian disadarakan dan mau berjuang untuk agama dan negara seperti para khalifah yang dulu takut untuk memimpin karena begitu takut akankah bisa adil. Semoga Alloh membuka mata kalian. Semoga telinga kalian mendengar teriakan hati kami”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sialahkan Ungkapkan Perasaan Kalian