assalamu’alaikum wr. wbr
Malam
– malam ini semakin aku memperhatikan wajah lesu ibuku. Beliau adalah seorang
guru SD. Sudah mulai mengabdi bagi negara sejak tahun 1985. Beberapa tahun ini
beliau semakin banyak kerjaan dan pikiran karena ada program pemerintah.
Semakin menumpuk tugas seorang guru. Hanya dengan sedikit kenaikan gaji tapi
tugas semakin menumpuk, selain kesemrawutan pemerintahan juga banyaknya kasus
koruptor para “ penghuni neraka” itu. Masih banyak masalah yang membuat guru
menjadi korban.
Bagaimana
tidak??? Banyak guru – guru yang dipindah – pindah wilayah kerjanya tanpa jelas
alasannya. Untung saja ibuku tidak terkena imbasnya. Sekarang untuk dapatkan
sertifikasi dan membuat laporan setiap tahunnya beliau tidak pernah bisa
istirahat. Sampai bilang “ kalau waktu guru hanya dipakai untuk laporan kapan
guru bisa focus untuk muridnya??”. Karena itu inisiatif aku dan kakakku
bergantian membuatkan laporan.
Sekarang
keprihatinan kita semakin meningkat. Melihat para “BAJINGAN” pada tawuran dan
akhirnya banyak korban. Terus pihak guru dan sekolah yang dipersalahkan. Lalu
apa yang menyalahkan itu tau bagamana beratnya jadi seorang guru terutama guru
SD????pasti mereka tidak tau dan tidak mau tahu.
Seorang
guru SD harus mengajari anak membaca, berhitung tanpa kenal lelah. Kadang emosi
itu wajar jika anak yang diajar gak bisa hargai guru itu. Begitu juga guru SMP
membuka wawasan siswa agar mulai melihat dia mau kemana dan jadi apa. Guru SMA
yang mengarahkan anak pada masa pubertas. Mencari jati diri dan menentukan
perjalanan anak kelak. Tapi banyak siswa yang berontak ketika ada guru yang
keras padahal itu dikarenakan ingin mendidik kita sebagai orang yang disiplin
dan hargai orang lain.
Iulah
karena aku memposting ini. Karena semakin lama para petinggi hanya mementingkan
gendutnya perut mereka karena korupsi tanpa memikirkan nasib para guru. Memang
tidak semua guru sempurna. Tapi jika ada anak yang susah dikontrol dan tidak
bisa hargai guru. Perlu dilihat mungkin saja makanan yang dia makan adalah
rejeki haram atau mungkin itu adalah karma untuk orang tua mereka.
Jangan
memandang siapa dan bagaimana saya tapi lihatlah makna dari tulisanku ambil
positifnya, kasih saran untuk negaifnya, karena aku hanyalah seseorang manusia
yang belum baik dan ingin menjadi lebih baik bersama kalian.
Wassalamu’alaikum wr. Wbr

uwwiiih bisa konsul ke pak psikolog nih :)
BalasHapushahahahaha yah sharing aja bukan konsul...
Hapus