Senin, 08 Oktober 2012

GURU PAHLAWAN TAK HARAP BALAS JASA??



assalamu’alaikum wr. wbr
Malam – malam ini semakin aku memperhatikan wajah lesu ibuku. Beliau adalah seorang guru SD. Sudah mulai mengabdi bagi negara sejak tahun 1985. Beberapa tahun ini beliau semakin banyak kerjaan dan pikiran karena ada program pemerintah. Semakin menumpuk tugas seorang guru. Hanya dengan sedikit kenaikan gaji tapi tugas semakin menumpuk, selain kesemrawutan pemerintahan juga banyaknya kasus koruptor para “ penghuni neraka” itu. Masih banyak masalah yang membuat guru menjadi korban.
Bagaimana tidak??? Banyak guru – guru yang dipindah – pindah wilayah kerjanya tanpa jelas alasannya. Untung saja ibuku tidak terkena imbasnya. Sekarang untuk dapatkan sertifikasi dan membuat laporan setiap tahunnya beliau tidak pernah bisa istirahat. Sampai bilang “ kalau waktu guru hanya dipakai untuk laporan kapan guru bisa focus untuk muridnya??”. Karena itu inisiatif aku dan kakakku bergantian membuatkan laporan.
Sekarang keprihatinan kita semakin meningkat. Melihat para “BAJINGAN” pada tawuran dan akhirnya banyak korban. Terus pihak guru dan sekolah yang dipersalahkan. Lalu apa yang menyalahkan itu tau bagamana beratnya jadi seorang guru terutama guru SD????pasti mereka tidak tau dan tidak mau tahu.
Seorang guru SD harus mengajari anak membaca, berhitung tanpa kenal lelah. Kadang emosi itu wajar jika anak yang diajar gak bisa hargai guru itu. Begitu juga guru SMP membuka wawasan siswa agar mulai melihat dia mau kemana dan jadi apa. Guru SMA yang mengarahkan anak pada masa pubertas. Mencari jati diri dan menentukan perjalanan anak kelak. Tapi banyak siswa yang berontak ketika ada guru yang keras padahal itu dikarenakan ingin mendidik kita sebagai orang yang disiplin dan hargai orang lain.
Iulah karena aku memposting ini. Karena semakin lama para petinggi hanya mementingkan gendutnya perut mereka karena korupsi tanpa memikirkan nasib para guru. Memang tidak semua guru sempurna. Tapi jika ada anak yang susah dikontrol dan tidak bisa hargai guru. Perlu dilihat mungkin saja makanan yang dia makan adalah rejeki haram atau mungkin itu adalah karma untuk orang tua mereka.
Jangan memandang siapa dan bagaimana saya tapi lihatlah makna dari tulisanku ambil positifnya, kasih saran untuk negaifnya, karena aku hanyalah seseorang manusia yang belum baik dan ingin menjadi lebih baik bersama kalian.
Wassalamu’alaikum wr. Wbr

2 komentar:

Sialahkan Ungkapkan Perasaan Kalian