Senin, 11 Mei 2015

MACAM – MACAM VALIDITAS

Validitas  adalah  aspek  ketepatan  dan  kecermatan terhadap hasil suatu pengukuran . Pengukuran ini  berbentuk kuantitatif  ( berbentuk angka ) .Validitas dapat dikatakan  sebagai berikut yaitu: segala sesuatu yang diukur  melalui tes ,  sehingga alat ukur 
dapat mengetahui serta mengukur  sejauh mana aspek psikologis dalam instrument pengukuran .
Menurut teori Skor – murni klasik , validitas dinyatakan apabila  skor tampak X mampu mendekati besaran skor murni T. semakin skor tampak mendekati skor murni  T berarti semakin tinggi validitas dan sebaliknya semakin rendah validitas  hasil dalam pengukuran berarti  semakin besar perbedaan anatara skor tampak dengan skor murni.. Jadi pengukuran yang valid tinngi adalah apabila alat ukur  tidak jauh berbeda dari skor sesungguhnya .
Berdasarkan penggolongan validitas  secara tradisional dibagi menjadi  tiga  yaitu:
  •    Validitas isi ( content validity)
Validitas isi adalah validitas yang diperkirakan telah melewati pengujian relevansi akan isi  tes berdasarkan pengujian dari expert judgment atau berdasarkan yang ahli dibidangnya. Jadi masing – masing aitem  itu sesuai  dengan  indicator perilaku yang akan diukur  yang berisi tentang domain ( materi secara utuh ) yang akan diukur.        
Validitas isi dibagi menjdi  dua tipe , yaitu :
  1. Face validity ( validitas tampang )  adalah Valditas  yang berdasarkan penampilan  tes serta kesesuaian item  dengan tujuan pengukuran . validitas tampak diperlukan untuk menarik motivasi  individu ( responden ) mengerjakan tes secara sungguh- sunggguh.
  2. validitas logis  adalah validitas  yang terfokuskan pada apakah suatu instrument pengukuran  dapat memwakili  ciri – ciri indikator yang akan diukur.  Untuk  itu maka diperlukan blue print untuk menegakkan validitas logis .sehingga isi dalam suatu tes dapat  mencakup seluruh indicator perilaku yang berasal dari atribut yang akan diukur yang berpedoman pada penulisan aitem.
 Prosedur penilaian terhadap validitas logis yang popular yang menyimpulkan
validitas isi tes berdasarkan isi aitem :
1)      Koefisien validitas isi  Aiken 's V
Merumuska bahwa formula Aiken's V untuk menghitung content validity coefficient berdasarkan panel ahli sebanyak n . Penilaian dilakukan  dengan memberi angka antara 1 ( tidak mewakili ) samapai dengan  5 ( sangat mewaklili). Dirumuskan sebagai berikut :
V =  ∑ s/ [ n (c-1 )]
# Keterangan :
S =  r – lo
Lo = angka penilaian validitas yang rendah ( dalam hal ini = 1)
C =  angka penilaian validitasnya tertinggi ( dalam hal ini = 5)
r = angka yang diberikan oleh seorang penilai
contoh , satu aitem tes dinilai relevan oleh sebuah tim ahli terdiri dari tiga ahli dengan rentang 1 sampai 5 , jadi n = 3 , lo =1 dan c= 5.
Rasio.
2)      Rasio validitas isi – Lawshe 's CVR
Content validity ratio CVR  dirumuska oleh Lawshe ( 1975), statistic ini mencerminkan tingkat validitas aitem  berdasarka data empirik . Panel( subject matter experts ) SME  ini diminta untuk menilai apakah aitem  yang diperlukan amat penting bagi tujuan pengukuran yang bersangkutan .  yang dirumuska sebagai berikut :
CVR = ( 2 ne/ n ) -1
Keterangan:
ne = banyakanya SME yang menilai suatu aitem esensial
n = banyaknya SME yang melakukan penilaian
contoh : item dinilai oleh panel yang terdiri dari delapan tim ahli ( n = 8 ). Dari tiga penilai menyataka bahwa aitem  tersebut esensial lima orang , dan tiga penilai menyatakan " berguna tapi tidak esensial " , dan satu orang meyatakan aitem tidak diperlukan  berarti n = 8 hanya lima orang yangmenyataka aitem esensial .
  •    Validitas konstrak ( contruct validity )
Validitas  konstrak adalah validitas yang mengacu pada  pengungkapan suatu trait atau  teori  yang akan dilakukan pengukuran .Validitas konstrak dapat  dicapai melalui beberapa cara:
1.            studi tentang perbedaan antara kelompok menurut teori harus memiliki skor tes yang  berbeda  sehing dapat dianalisis statistic.
2.            tentang pengarh perubahan diri seseorang  dan lingkungan ter terhadap hasil tes.
3.            tentang korelasi diantara berbagai variable yang menurut teori  mengukur aspek yang sama.
4.             tentang studi korelsi aitem –aitem atauantar belahan tes.
  •    Validitas berdasarkan kriteria ( criterion related validity)
Validitas kriteria adalah  validitas berdasarkan variable perilaku yang diprediksi dengan skor  tes yang relevan sesuai ukuranya. Acuan yang digunakan adalah koefisien  r xy , dimana X melambangkan skor tes sedangkan  Y melambangkan kriteria . Validitas kriteria terdiri dari  dua macam Yaitu :
Ø            Validitas prediktif  adalah tes yang berfungsi memprediksi atau meramalkan  performans diwaktu yang akan datang . misalnya :  seleksi mahasiswa baru  dimana skor performans  dijadikan landasan untuk kriteria validasi  adalah skor prestasi belajar yaitu IPK dll.
Ø            Validitas kongruen maksudya dalam suatu tes ukuran tes yang relevan dengan tujuan alat ukur  tes dapat digunakan sebagai pedoman  prosedur dalam pengukuran psikologi . Contoh :  penyusunan  skala intelegensi untuk mengetahui validitas konkurennya maka digunakan alat ukur yang serupa yang memiliki tujuan ukur yang sama misalnya pada skla Wechsler dimana skala dan skala Wechsler  memiliki koefisien yang  validitas konkuren.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sialahkan Ungkapkan Perasaan Kalian