Validitas adalah aspek ketepatan dan kecermatan terhadap hasil suatu pengukuran . Pengukuran ini berbentuk kuantitatif ( berbentuk angka ) .Validitas dapat dikatakan sebagai berikut yaitu: segala sesuatu yang diukur melalui tes , sehingga alat ukur
dapat mengetahui serta mengukur sejauh mana aspek psikologis dalam instrument pengukuran .
dapat mengetahui serta mengukur sejauh mana aspek psikologis dalam instrument pengukuran .
Menurut teori Skor – murni klasik , validitas dinyatakan apabila skor tampak X mampu mendekati besaran skor murni T. semakin skor tampak mendekati skor murni T berarti semakin tinggi validitas dan sebaliknya semakin rendah validitas hasil dalam pengukuran berarti semakin besar perbedaan anatara skor tampak dengan skor murni.. Jadi pengukuran yang valid tinngi adalah apabila alat ukur tidak jauh berbeda dari skor sesungguhnya .
Berdasarkan penggolongan validitas secara tradisional dibagi menjadi tiga yaitu:
- Validitas isi ( content validity)
Validitas isi adalah validitas yang diperkirakan telah melewati pengujian relevansi akan isi tes berdasarkan pengujian dari expert judgment atau berdasarkan yang ahli dibidangnya. Jadi masing – masing aitem itu sesuai dengan indicator perilaku yang akan diukur yang berisi tentang domain ( materi secara utuh ) yang akan diukur.
Validitas isi dibagi menjdi dua tipe , yaitu :
- Face validity ( validitas tampang ) adalah Valditas yang berdasarkan penampilan tes serta kesesuaian item dengan tujuan pengukuran . validitas tampak diperlukan untuk menarik motivasi individu ( responden ) mengerjakan tes secara sungguh- sunggguh.
- validitas logis adalah validitas yang terfokuskan pada apakah suatu instrument pengukuran dapat memwakili ciri – ciri indikator yang akan diukur. Untuk itu maka diperlukan blue print untuk menegakkan validitas logis .sehingga isi dalam suatu tes dapat mencakup seluruh indicator perilaku yang berasal dari atribut yang akan diukur yang berpedoman pada penulisan aitem.
Prosedur penilaian terhadap validitas logis yang popular yang menyimpulkan
validitas isi tes berdasarkan isi aitem :
1) Koefisien validitas isi Aiken 's V
Merumuska
bahwa formula Aiken's V untuk menghitung content validity coefficient
berdasarkan panel ahli sebanyak n . Penilaian dilakukan dengan memberi angka antara 1 ( tidak mewakili ) samapai dengan 5 ( sangat mewaklili). Dirumuskan sebagai berikut :
V = ∑ s/ [ n (c-1 )]
# Keterangan :
S = r – lo
Lo = angka penilaian validitas yang rendah ( dalam hal ini = 1)
C = angka penilaian validitasnya tertinggi ( dalam hal ini = 5)
r = angka yang diberikan oleh seorang penilai
contoh
, satu aitem tes dinilai relevan oleh sebuah tim ahli terdiri dari tiga
ahli dengan rentang 1 sampai 5 , jadi n = 3 , lo =1 dan c= 5.
Rasio.
2) Rasio validitas isi – Lawshe 's CVR
Content validity ratio CVR dirumuska oleh Lawshe ( 1975), statistic ini mencerminkan tingkat validitas aitem berdasarka data empirik . Panel( subject matter experts ) SME ini diminta untuk menilai apakah aitem yang diperlukan amat penting bagi tujuan pengukuran yang bersangkutan . yang dirumuska sebagai berikut :
CVR = ( 2 ne/ n ) -1
Keterangan:
ne = banyakanya SME yang menilai suatu aitem esensial
n = banyaknya SME yang melakukan penilaian
contoh : item dinilai oleh panel yang terdiri dari delapan tim ahli ( n = 8 ). Dari tiga penilai menyataka bahwa aitem tersebut
esensial lima orang , dan tiga penilai menyatakan " berguna tapi tidak
esensial " , dan satu orang meyatakan aitem tidak diperlukan berarti n = 8 hanya lima orang yangmenyataka aitem esensial .
- Validitas konstrak ( contruct validity )
Validitas konstrak adalah validitas yang mengacu pada pengungkapan suatu trait atau teori yang akan dilakukan pengukuran .Validitas konstrak dapat dicapai melalui beberapa cara:
1. studi tentang perbedaan antara kelompok menurut teori harus memiliki skor tes yang berbeda sehing dapat dianalisis statistic.
2. tentang pengarh perubahan diri seseorang dan lingkungan ter terhadap hasil tes.
3. tentang korelasi diantara berbagai variable yang menurut teori mengukur aspek yang sama.
4. tentang studi korelsi aitem –aitem atauantar belahan tes.
- Validitas berdasarkan kriteria ( criterion related validity)
Validitas kriteria adalah validitas berdasarkan variable perilaku yang diprediksi dengan skor tes yang relevan sesuai ukuranya. Acuan yang digunakan adalah koefisien r xy , dimana X melambangkan skor tes sedangkan Y melambangkan kriteria . Validitas kriteria terdiri dari dua macam Yaitu :
Ø Validitas prediktif adalah tes yang berfungsi memprediksi atau meramalkan performans diwaktu yang akan datang . misalnya : seleksi mahasiswa baru dimana skor performans dijadikan landasan untuk kriteria validasi adalah skor prestasi belajar yaitu IPK dll.
Ø Validitas kongruen maksudya dalam suatu tes ukuran tes yang relevan dengan tujuan alat ukur tes dapat digunakan sebagai pedoman prosedur dalam pengukuran psikologi . Contoh : penyusunan skala
intelegensi untuk mengetahui validitas konkurennya maka digunakan alat
ukur yang serupa yang memiliki tujuan ukur yang sama misalnya pada skla
Wechsler dimana skala dan skala Wechsler memiliki koefisien yang validitas konkuren.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sialahkan Ungkapkan Perasaan Kalian